Kamis, 13 Maret 2014

dari mata ke mata

Selalu ada cara untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Kata-kata yang tersusun rapi belum tentu dapat menuntaskan maksud hati. Butuh waktu untuk mendengarkan dan kemudian memahami.

Julia memahami betul bahwa dirinya tidak sempurna. Dengan setangkai mawar ia tawarkan cintanya kepada Steven, seorang laki-laki muda pekerja keras, tidak begitu tampan namun termasuk orang yang ramah kepada orang lain.

Reya yang selalu menuntut kebebasan dari pacarnya, Ben, tahu betul bahwa kebebasan yang ia inginkan tidak akan pernah terwujud. Kehidupan percintaan remaja yang rumit membawa mereka pada pemikiran yang konyol setiap harinya.

From D, chapter 1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar